Adu Yield Deviden Interim BBRI atau ADRO
Adu Yield Dividen Interim: Pilih Perbankan BBRI atau Energi ADRO untuk Januari 2026?
Analisis Strategis | Pasar Modal Indonesia
Pasar modal Indonesia di pekan terakhir Desember 2025 diwarnai oleh pengumuman dividen interim dari dua sektor raksasa: perbankan dan energi. Bagi investor yang memburu aliran kas di awal tahun depan, pertanyaan besarnya bukan lagi "siapa yang bagi", melainkan "mana yang memberikan imbal hasil (yield) paling optimal?"
Perbandingan Yield: Menghitung Realitas Keuntungan
Meskipun nominal dividen BBRI terlihat besar, investor cerdas harus menghitungnya terhadap harga perolehan saat ini. Berikut perbandingan estimasi yield berdasarkan harga pasar rata-rata pekan ini:
- BBRI (Sektor Perbankan): Dengan dividen Rp137 dan asumsi harga saham di kisaran Rp5.400, estimasi yield interim mencapai 2,5%. Sangat stabil untuk profil risiko moderat.
- ADRO (Sektor Energi): Dengan estimasi Rp142* per saham dan harga saham yang lebih fluktuatif, yield interim berpotensi menyentuh angka 3,8% - 4,2%. Menarik, namun dengan volatilitas tinggi.
Waspada Koreksi Pasca 'Cum Date'
Secara historis, saham dengan yield tinggi sering kali mengalami tekanan jual pada tanggal Ex-Date. Untuk periode 26-31 Desember ini, risiko koreksi harga (dividend trap) pada saham sektor batubara seperti ADRO dan BSSR cenderung lebih dalam dibandingkan sektor perbankan seperti BBRI.
Investor disarankan untuk mempertimbangkan jangka waktu investasi: Jika Anda adalah long-term holder, dividen ini adalah bonus. Namun bagi swing trader, selisih harga pasca dividen bisa menggerus keuntungan dividen itu sendiri.
Kesimpulan Strategis:
Pilihlah BBRI untuk keamanan modal dan pertumbuhan jangka panjang. Namun, jika Anda memiliki toleransi risiko tinggi dan mengejar persentase yield yang lebih besar dalam jangka pendek, ADRO dan BSSR menjadi pilihan yang lebih menonjol di penghujung Desember 2025 ini.
